Feeds:
Posts
Comments

Penerbit : Sinergy – Gema insani press

Harga : Rp. 54.900,-

Diskon 5% Untuk Pembeli

Diskon 5% Untuk Kegiatan #Berbagi

=====

Ini adalah testimony langsung dari saya, owner AimaShop. Tidak ada maksud apa2 selain hanya ingin berbagi bahwa kedokteran Rasulullah sudah benar-benar perlu kita terapkan.

Check it out 🙂

“Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali DIA juga menurunkan obatnya” (HR Bukhari)

Sudah bertahun-tahun, Ayah saya sakit Diabetes Melitus (DM).Kondisinya kadang drop dan pernah stroke 5 tahun lalu gara-gara DM ini. Dan sewaktu pertengahan Ramadhan kemarin, hampir saja stroke itu menyerang lagi. Pusing dan sedih juga dengan kondisi beliau.

Berupaya membawa berobat kemana-mana tapi ya hasilnya sembuh kambuh sembuh kambuh terus. Sembuh kalau ada obat, sakit lagi kalau obat habis. Jadi ke dokter bisa seminggu sekali dan membuat beliau bosan dan eneg dengan obat-obatan yang tak terhitung banyaknya.

Continue Reading »

Advertisements

Buku ini bukan sebagaimana buku-buku motivasi atau psikologi populer yang akan menjabarkan Rahasia yang sedang ngetrend atau hukum-hukum yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Buku ini lebih dari itu.

Buku ini akan mengajak Anda menemukan sendiri Hukum Anda, Keteraturan Anda sendiri dan Pola Anda sendiri, sehingga Anda akan lebih sering bertemu dengan berbagai hal yang Anda harapkan dan yang paling Anda inginkan.

Dan jika Anda cermat, bukan tak mungkin buku ini akan membawa Anda menuju jalan kesuksesan Anda sendiri. Bukan untuk sekali dua kali, tapi untuk selamanya.

DETAIL

Harga  :  Rp. 62.800,-

Judul Life Signs
Seri Motivasi Islami
ISBN / EAN 9789792796803 / 9789792796803
Author Andre Raditya
Publisher ELEX MEDIA
Publish 30 Maret 2011
Pages 308
Weight 325 gram
Dimension (mm) 150 x 170

Penulis : Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra

Harga : Rp. 69.000,-

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : July 2011

Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. ‘’Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum,’’ ungkap Marion akhirnya.

***

Apa yang Anda bayangkan jika mendengar “Eropa”? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?

Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam. Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah “pencarian”. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.

Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan orang-orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin. Perjalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. Perjalanan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya.

Pada akhirnya, di buku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekadar Eiffel atau Colosseum. Lebih…sungguh lebih daripada itu.

“Buku ini berhasil memaparkan secara menarik betapa pertautan Islam di Eropa sudah berlangsung sangat lama dan menyentuh berbagai bidang peradaban. Cara menyampaikannya sangat jelas, ringan, runut, dan lancar mengalir. Selamat!”
–M. Amien Rais (Ayahanda Penulis)

“Pengalaman Hanum sebagai jurnalis membuat novel perjalanan sekaligus sejarah ini mengalir lincah dan indah. Kehidupannya di luar negeri dan interaksinya dengan realitas sekulerisme membuatnya mampu bertutur dan berpikir ‘out of the box’ tanpa mengurangi esensi Islam sebagai rahmatan lil alamin.”
–Najwa Shihab (Jurnalis dan Host Program Mata Najwa, Metro TV)

“Karya ini penuh nuansa dan gemuruh perjalanan sejarah peradaban Islam Eropa, baik pada masa silam yang jauh maupun pada masa sekarang, ketika Islam dan Muslim berhadapan dengan realitas kian sulit di Eropa.”

–Azyumardi Azra (Guru Besar Sejarah, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, Jakarta)

“Hanum mampu merangkai kepingan mosaik tentang kebesaran Islam di Eropa beberapa abad lalu. Lebih jauh lagi, melihat nilai-nilai Islam dalam kehidupan Eropa. Islam dan Eropa sering ditempatkan dalam stigma ‘berhadapan’, sudah saatnya ditempatkan dalam kerangka stigma ‘saling menguatkan’.”
–Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar)

Pengarang : Pandji Pragiwaksono

Penerbit : Bentang Pustaka

Harga : Rp. 54.000,-

Di tengah carut marutnya kehidupan di negara ini, di tengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin negara, dan di tengah ketidakpedean masyarakat Indonesia akan nasib negaranya, buku ini hadir dengan optimisme kuat.

Pandji melalui Nasional.is.Me ingin mengembalikan kecintaan kita terhadap Indonesia, melahirkan optimisme untuk Indonesia, dan kelak memicu perubahan baik untuk Tanah Air kita.

Salah seorang pemuda Indonesia ini menceritakan situasi bangsanya dengan nada dinamis. Rasa bangga, bahagia, kecewa, sampai kekesalan tertumpah di dalamnya.

Siap optimis kembali? Beli dan baca buku ini! Membeli satu Nasional.is.me berarti telah menyumbang satu buku serupa untuk saudara kita di beberapa daerah di Indonesia yang haus akan informasi, tetapi terbatas dengan ketersediaan akses.

Intinya, keren & Recommended lho!

Pada 2006 Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju Afghanistan dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer jurnalis catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu tak singkat.

Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling “negeri mimpi” yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori.

Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan “Tanah Bangsa Afghan” dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka.

Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan sampai akhirnya ditemukan kembali.


“As a backpacker, Agustinus has taken several routes in his journey which other travelers would have most likely avoided.”
The Jakarta Post

“Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.”
Kompas

Harga : Rp. 69.000,-

Judul Selimut Debu
ISBN / EAN 9789792252859 / 9789792252859
Author Agustinus Wibowo
Publisher Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Publish 12 Januari 2010
Pages 480
Weight 600 gram
Dimension (mm) 135 x 200

Trinity seakan “virus” yang membuat kita berani keluar dari zona nyaman demi melihat dunia. Wanita ini bisa membuat kita jadi semangat menabung, mengambil cuti, lalu mewujudkannya dengan bepergian ke berbagai tempat impian.

Dengan gaya bahasa yang ringan, dia menceritakan pengalamannya keliling dunia. Dari mulai deg-degan memasuki perbatasan Palestina, ajaibnya berenang di Laut Mati, lucunya berkomunikasi di China, mahalnya Timor Leste, serunya ke rumah artis Bollywood, mandi bersama orang Jepang, ngecengin cowok Korea, menyelam di Wakatobi, sampai kejadian-kejadian menggelikan akibat badannya yang lumayan gede. Sedih, senang, mengagumkan, mengherankan, dan segala rasa mewarnai tiap kisah perjalanan yang tertuang di buku ini.

Harga :Rp. 54.000,

Penulis : Trinity

Penerbit : B-First

Madre by Dee

“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?

Darah saya mendadak seperempatTionghoa,

Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,

Bersama kakek yang tidak saya kenal,

Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.

Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan etalase bagi kematangannya sebagai salah satu penulis perempuan terbaik di Indonesia.